Namaku Jerry. Ketika aku melalui masa pubertas, aku melakukan apa yang umum dilakukan remaja pria. Aku meminjam majalah porno yang sangat berani dari seorang anak yang lebih tua di sekolah. Majalah2 itu kusimpan di bawah kasurku, karena aku yakin di situ orang nggak akan menemukannya.
Suatu hari kulihat beberapa majalah sudah nggak ada. Tapi entah siapa, seseorang telah menggantinya dengan sejumlah majalah yang lebih baru dan jauh lebih bermutu. Gadis2 didalamnya jauh lebih cantik dan tampil sopan. Terus terang, aku sangat senang sekaligus merasa sangat malu. Bisa jadi ibuku, ayahku, atau kakak perempuanku yang menaruh majalah2 itu, karena nggak ada orang lain yang datang ke rumah kami. Nggak seorangpun menyebut2 hal itu atau membicarakannya, dan aku sendiri takut untuk bertanya.
Selama beberapa tahun, hal ini terjadi beberapa kali, sampai aku masuk kuliah.
Sampai hari ini aku nggak tau siapa yang mengurus suplai majalahku itu. Kurasa aku nggak ingin tau. Di sisi lain, aku senang memikirkan bahwa salah seorang anggota keluargaku ternyata cukup mencintaiku. Seseorang itu memahami masa pubertasku dan tidak pernah meributkan insting seksualku yang normal atau mempermalukanku.
Siapapun orangnya, aku mo bilang terima kasih
Fauziah - Semarang
Riska - Bandung