Buat yang suka berfoto ria neh. Terutama yang suka banget motret diri sendiri (narsis mode on..hehheh). Ngambil gambar dari samping, dari atas… Sejauh ini gimana hasilnya? Apa wajah kamu keliatan lebih ok di foto daripada aslinya? Itu tandanya kamu fotogenik! Sebaliknya, kalo kamu nggak keliatan lebih baik di foto, berarti kamu nggak fotogenik tuh. Kalo udah gitu mending ok fotonya atau aslinya ya?
Tapi emang sih yg namanya foto tuh sebenernya nggak nampilin citra wajah kita seutuhnya, coz lensa kamera hanya melihat wajah dari satu sudut. Padahal mata kita melihat seseorang dari berbagai sudut yang berbeda. Hasilnya, apa yang dilihat mata tuh jauh lebih utuh dari yg dilihat kamera. lagian lensa kamera nggak bisa nangkep karisma yg terpancar dari wajah seseorang. So, sebuah foto bisa menipu!
Gambaran kita terhadap Sang Pencipta juga gitu guys, nggak sempurna. Seperti hasil jepretan kamera, terbatas banget. Seperti gambaran yang samar-samar, nggak utuh. Dan gambaran kita tentang kasih Sang Pencipta bisa aja keliru. Misalnya, kalo ada yang lagi ditimpa musibah beruntun, kita merasa Tuhan udah nggak sayang lagi. Dan namanya seorang yg manja bakal mengira Tuhan tuh sayang kalo pas permohonannya dikabulin. Karna kita nggak utuh or sempurna melihat gambaran Sang Pencipta, bikin kita susah memahami jalan dan kehendakNya. Nah supaya nggak salah paham, kita wajib ninggalin `sifat kekanak-kanakan`. Stop memandang Sang Pencipta hanya berdasar pada perasaan. Mulai belajar kenal Tuhan secara objektif, lewat apa yang tertulis tentang DIA dalam firman-NYa.
Gambaran salah tentang Sang Pencipta bisa menipu. Dan gawatnya bisa bikin kita kecewa kepada-NYa. Nah, di sini penting banget yang namanya iman dan pengharapan. Musti yakin kalo Sang Pencipta lebih indah, lebih luar biasa dari yang kamu bayangkan. Kasih-Nya buat kamu jauuuh lebih luas dan dalam dari apa yg kamu duga. Lebih tinggi dari langit, lebih dalam dari samudera
Fauziah - Semarang
Riska - Bandung