Kamera

Banyak loh yang ingin jadi artis, jadi idola banyak orang. Salah satu alasannya biar di sorot sama kamera. Tapi aku nggak begitu suka sama kamera. Soalnya pas nyorot ke aku, kamera itu bikin aku jadi salah tingkah. Langsung reflek begitu saja , tiba-tiba aku jadi jaim, susah buat jadi diri sendiri. Yang biasanya aku suka ngakak dengan sedikit urakan, begitu kesorot kamera mendadak jadi sok cool jaga wibawa.

Dari situ aku menyimpulkan namanya kamera itu nggak bisa bikin aku jadi diri sendiri, itu yang aku nggak suka. Tapi kalau buat foto-foto bolehlah ha ha ha.

Tapi sebenarnya yang namanya jaim itu ngga salah. Kita perlu menjaga image yang baik.  Seperti apa yang diucapkan harus sesuai dengan apa yang kita lakukan. Tampilkan sisi terbaik tanpa harus menutup-nutupi kekurangan diri dengan cara yang salah.

Setelah aku pikir-pikir lagi, sebetulnya  ada bagusnya juga sih disorot kamera.  Salah satunya neh,  mengontrol tingkah laku yang `liar` biar lebih terkendali.  Terbayang atau tidak seandainya kita semua selalu di sorot kamera selama 24 jam sehari?  Dunia pastinya akan berbeda.

Kalau setiap manusia disorot kamera 24 jam sehari, semua bakal takut buat jahat, yang ada pada berbuat yang baik-baik saja.  Tidak akan ada yang selingkuh, semuanya setia. Nggak ada yang melakukan hal yang cabul, semuanya suci.  Eh, bentar…bentar…masa nggak ada kamera yang nyorot kehidupan manusia 24 jam sehari?

Ada!

Ada tuh kamera dari surga yang terus mengawasi kehidupan manusia. Tapi memang dasarnya manusia itu unik. Manusia lebih takut sama kamera buatan manusia ketimbang kamera yang nyorot langsung dari surga. Manusia sebenarnya tahu kalau Tuhan selalu mengawasi apa saja yang diperbuatnya, tapi dosa sudah menebalkan nuraninya. Manusia cenderung berbuat dosa.

Aku sadar kalau ngak ada  yang tersembunyi di hadapan Tuhan, semuanya bener-benar terbuka. Biarpun nggak ada orang yang melihat, kita harus menjaga integritas, bagaimana pun juga ada sepasang mata yang terus-terusanan mengawasi kita lho.

Waktu nggak ada seorang pun yang melihat diri kita, itulah diri kita yang sebenarnya.**(Ed-NW)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.